Kategori Artikel

Minggu, 07 September 2014

Seorang Laki-laki yang Suka Bersedekah





Foto: KEAJAIBAN....

Sebuah kisah yang menakjubkan di sebuah kampung bernama Hamra. Dikampung tersebut ada seorang lelaki dari Zar’ah yang dikenal sebagai seorang yang taat beragama.

Ia membangun mesjid untuk penduduk Hamra, dan ia selalu datang kemesjid tersebut setiap malam hari dan membawa lentera dan makan malam. Jika ia mendapatkan orang yang, ia memberinya makanan, dan jika tidak ada orang, ia memakannya. Hal tersebut terus berlanjut.

Suatu hari, sumur masjid airnya berkurang sehingga orang-orang kesulitan untuk berwudhu. Akhirnya ia bersama anak-anaknya menggali kembali sumur tersebut, agar airnya kembali banyak.

Ditengah pekerjaannya, tiba-tiba saja ember kayu yang mengangkut tanah tersebut terlepas, yang mengakibatkan tanah sumur longsor dan menimpa lelaki tersebut. Ketika itu ia masih berada di dalam sumur. Sanak saudaranya sudah berputus asa, dan menganggap sumur itu sebagai kuburannya.

Didalam sumur, tanpa disengaja, alat-alat yang dipakai untuk menggali itu, justru menjadi penyelamat, yaitu dengan menahan tanah serta bebatuan yang menimpanya.

Dalam gelapnya sumur tersebut, terjadi suatu keajaiban. Ia diterangi cahaya, sinarnya seperti lentera yang selalu ia nyalakan di masjid.

Dalam kondisi lapar, ia dihidangkan makanan persis seperti makanan yang selalu ia hidangkan untuk orang-orang yang shalat di masjidnya.

Enam tahun berlalu, anak-anaknya bermaksud untuk memperbarui sumur tersebut agar bisa dipergunakan kembali. Diluar dugaan mereka, ternyata sang ayah, lelaki yang senantiasa bersedekah itu, masih hidup dalam keadaan sehat.

Mereka bertanya kepada sang ayah ihwal kehidupannya selama dalam sumur itu. 
Sang ayah berkata,
 “Selama aku berada di bawah tanah, ada lentera dan makanan mendatangiku, persis seperti yang aku bawa ke masjid.” 
Mereka pun terkagum-kagum akan hal tersebut, dan kisah ini menjadi pelajaran bagi penduduk di kampung Hamra.

==== 
Sahabat Pecinta yatim dan dhu’afa dimanapun berada yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, apa yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Alloh.
Cukuplah janji Alloh Ta’ala dan Rasul-NYA sebagi motivasi kita bersedekah.

Saatnya harta kita menjadi penyelamat dirikita sekaligus sebagai sumber kebahagiaan yatim dan dhu'afa bersama :
www.fosa-indonesia.org

Rek. Donasi :
>> Bank BNI cabang Tasikmalaya 
no. rek.0254735322 
An. YAYASAN FOSA INDONESIA 

>> Bank MANDIRI cabang Tasikmalaya 
no. rek. 131-00-1061155-8 
An. YAYASAN FOSA INDONESIA 

>> Bank BJB (BankJabar Banten) 
no. rek.0021564990100 
An. YAYASAN FOSA INDONESIA 

>> Bank BRI Unit Manonjaya Tasikmalaya 
no. rek.4455-01-011626-53-1 
An. Ai Baehaqi  

>> Bank BCA cabang Tasikmalaya 
No. Rek.3210367861 
An. Ai Baehaqi 

Konfirmasi donasi bisa melalui SMS/WhatsApp 082 311 333 334

.


Sebuah kisah yang menakjubkan di sebuah kampung bernama Hamra. Dikampung tersebut ada seorang lelaki dari Zar’ah yang dikenal sebagai seorang yang taat beragama.

Ia membangun mesjid untuk penduduk Hamra, dan ia selalu datang kemesjid tersebut setiap malam hari dan membawa lentera dan makan malam. Jika ia mendapatkan orang yang, ia memberinya makanan, dan jika tidak ada orang, ia memakannya. Hal tersebut terus berlanjut.

Suatu hari, sumur masjid airnya berkurang sehingga orang-orang kesulitan untuk berwudhu. Akhirnya ia bersama anak-anaknya menggali kembali sumur tersebut, agar airnya kembali banyak.

Ditengah pekerjaannya, tiba-tiba saja ember kayu yang mengangkut tanah tersebut terlepas, yang mengakibatkan tanah sumur longsor dan menimpa lelaki tersebut. Ketika itu ia masih berada di dalam sumur. Sanak saudaranya sudah berputus asa, dan menganggap sumur itu sebagai kuburannya.

Didalam sumur, tanpa disengaja, alat-alat yang dipakai untuk menggali itu, justru menjadi penyelamat, yaitu dengan menahan tanah serta bebatuan yang menimpanya.

Dalam gelapnya sumur tersebut, terjadi suatu keajaiban. Ia diterangi cahaya, sinarnya seperti lentera yang selalu ia nyalakan di masjid.

Dalam kondisi lapar, ia dihidangkan makanan persis seperti makanan yang selalu ia hidangkan untuk orang-orang yang shalat di masjidnya.

Enam tahun berlalu, anak-anaknya bermaksud untuk memperbarui sumur tersebut agar bisa dipergunakan kembali. Diluar dugaan mereka, ternyata sang ayah, lelaki yang senantiasa bersedekah itu, masih hidup dalam keadaan sehat.

Mereka bertanya kepada sang ayah ihwal kehidupannya selama dalam sumur itu.
Sang ayah berkata,
“Selama aku berada di bawah tanah, ada lentera dan makanan mendatangiku, persis seperti yang aku bawa ke masjid.”
Mereka pun terkagum-kagum akan hal tersebut, dan kisah ini menjadi pelajaran bagi penduduk di kampung Hamra.

====
Sahabat Pecinta yatim dan dhu’afa dimanapun berada yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, apa yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Alloh.
Cukuplah janji Alloh Ta’ala dan Rasul-NYA sebagi motivasi kita bersedekah.

Saatnya harta kita menjadi penyelamat dirikita sekaligus sebagai sumber kebahagiaan yatim dan dhu'afa bersama :
www.fosa-indonesia.org

Keutamaan Menyembunyikan Sedekah...

"jika kamu Menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka Menyembunyikan itu lebih baik bagimu….”
[al-Baqoroh : 271]

Imam Al-Ghazali memaparkan dalam kitabnya Tarthibu Al-Afwah bahwa sebagian kaum muslimin sudah sampai pada keutamaan sedekah, mereka berusaha sekuat tenaga agar orang yang diberi sedekah tidak mengetahui siapa yang memberinya.

Sebagian dari mereka memberikannya kepada pengemis yang buta, ada pula yang menyimpannya di jalan-jalan yang biasanya para pengemis berjalan, atau ditempat-tempat pengemis duduk sebelum mereka datang, sebagian lagi ada yang melemparkannya dibaju pengemis ketika ia sedang tidur, ada pula yang bersedekah melalui tangan orang lain agar ia tidak diketahui, ia memohon agar namanya tidak diberi tahu atau disebutkan kepada orang lain.

Semua upaya ini akan menyampaikan kita pada padamnya amarah Alloh dan menjaga kita dari sifat riya’ dan keinginan untuk didengar oleh orang lain.

Abdul Aziz bin Abi Rawad berkata,
“Dikatakan, bahwa tiga hal yang menjadi harta simpanan disurga, menyembunyikan rasa sakit, menyembunyikan sedekah dan menyembunyikan musibah-musibah.”

====
Saatnya harta kita menjadi sumber kebahagiaan hakiki kita,
Saatnya harta kita menjadi terdepan dalam membantu sesama,
Saatnya harta kita menjadi bekal akhirat dan bukan menjadi beban akhirat

Satukan langkah, bulatkan tekad
Ayo kita gabung bersama :
www.fosa-indonesia.org
WhatsApp 082 311 333 334