Kategori Artikel

Selasa, 30 Desember 2014

Abdurrahman Bin Auf (Sahabat Yang Sangat Dermawan)



 Salah seorang Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mendapat rekomendasi masuk surga adalah `Abdurrahmân bin `Auf bin `Abdi `Auf bin `Abdil Hârits Bin Zahrah bin Kilâb bin al-Qurasyi az-Zuhri Abu Muhammad. Dia juga salah seorang dari enam orang Sahabat Radhiyallahu anhum yang ahli syura. Dia dilahirkan kira-kira sepuluh tahun setelah tahun Gajah dan termasuk orang yang terdahulu masuk Islam. Dia berhijrah sebanyak dua kali dan ikut serta dalam perang Badar dan peperangan lainnya. Saat masih jahilillah, ia bernama `Abdul Ka`bah atau `Abdu `Amr; kemudian diberi nama `Abdurrahmân oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibunya bernama Shafiyah. Sedangkan ayahnya bernama `Auf bin `Abdu `Auf bin `Abdul Hârits bin Zahrah.


`Abdurrahmân bin `Auf adalah seorang Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat dermawan dan yang sangat memperhatikan dakwah Islam, berikut ini adalah sebagian kisahnya:


`Abdurrahman bin Auf pernah menjual tanahnya seharga 40 ribu dinar, kemudian membagi-bagikan uang tersebut kepada para fakir miskin bani Zuhrah, orang-orang yang membutuhkan dan kepada Ummahâtul Mukminin (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Al-Miswar berkata: “Aku mengantarkan sebagian dari dinar-dinar itu kepada Aisyah Radhiyallahu anhuma. Aisyah Radhiyallahu anhuma dengan sebagian dinar-dinar itu." Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata: "Siapa yang telah mengirim ini?" Aku menjawab: "`Abdurrahmân bin Auf". Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata lagi: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Tidak ada yang menaruh simpati kepada kalian kecuali dia termasuk orang-orang yang sabar. Semoga Allah Azza wa Jalla memberi minum kepada `Abdurrahmân bin Auf dengan minuman surga”


Dalam hadits lain disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan (sesuatu) kepada sekelompok Sahabat Radhiyallahu anhum yang di sana terdapat `Abdurrahmân bin Auf Radhiyallahu anhu ; namun beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberikan apa pun kepadanya. Kemudian `Abdurrahmân Radhiyallahu anhu keluar dengan menangis dan bertemu Umar Radhiyallahu anhu . Umar Radhiyallahu anhu bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?” Ia menjawab: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sesuatu kepada sekelompok Sahabat, tetapi tidak memberiku apa-apa. Aku khawatir hal itu akibat ada suatu keburukan padaku”. Kemudian Umar Radhiyallahu anhu masuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan keluhan `Abdurrahmân Radhiyallahu anhu itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab: ‘Aku tidak marah kepadanya, tetapi cukup bagiku untuk mempercayai imannya.”


Keutamaan-Keutamaan `Abdurrahmân bin Auf di antaranya:
`Abdurrahmân bin `Auf walaupun memiliki harta yang banyak dan menginfakkanya di jalan Allah Azza wa Jalla , namun dia selalu mengintrospeksi dirinya. `Abdurrahmân Radhiyallahu anhu pernah mengatakan : “Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diuji dengan kesempitan, namun kami pun bisa bersabar, kemudian kami juga diuji dengan kelapangan setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami pun tidak bisa sabar”


Suatu hari `Abdurrahmân Radhiyallahu anhu diberi makanan, padahal dia sedang berpuasa. Ia mengatakan, “Mush`ab bin Umair telah terbunuh, padahal dia lebih baik dariku. Akan tetapi ketika dia meninggal tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah (apabila kain itu ditutupkan di kepala, kakinya menjadi terlihat dan apabila kakinya ditutup dengan kain itu, kepalanya menjadi terlihat). Demikian pula dengan Hamzah, dia juga terbunuh, padahal dia lebih baik dariku. Ketika meninggal, tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah. Aku khawatir balasan kebaikan-kebaikanku diberikan di dunia ini. Kemudian dia menangis lalu meninggalkan makanan tersebut.”


Senada dengan kisah di atas, Naufal bin al-Hudzali berkata, “ Dahulu `Abdurrahmân bin Auf Radhiyallahu anhu teman bergaul kami. Beliau adalah sebaik-baik teman. Suatu hari dia pulang ke rumahnya dan mandi. Setelah itu dia keluar, ia datang kepada kami dengan membawa wadah makanan berisi roti dan daging, dan kemudian dia menangis. Kami bertanya, “ Wahai Abu Muhammad (panggilan `Abdurrahmân), apa yang menyebabkan kamu menangis?” Ia menjawab, “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia dalam keadaan beliau dan keluarganya belum kenyang dengan roti syair. Aku tidak melihat kebaikan kita diakhirkan.


`Abdullâh bin Abbâs Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Umar bin Kaththâb Radhiyallahu anhu pergi ke Syam. Ketika sampai Sarghin (nama sebuah desa di batas Syam setelah Hijâz), ia berjumpa dengan penduduk al-Ajnad yaitu Abu Ubâdah dan para sahabatnya. Mereka memberitahu bahwa wabah penyakit telah berjangkit di Syam. Umar Radhiyallahu anhu berkata : ‘Panggilkan aku para Muhajirin yang awal (berhijrah)!’ Aku (`Abdullâh bin Abbâs-red) pun memanggil mereka. Umar Radhiyallahu anhu memberitahu dan meminta pendapat mereka tentang wabah tersebut. Kemudian mereka berselisih, sebagian mengatakan : “Engkau telah keluar untuk suatu tujuan. Menurut pendapat kami, engkau jangan mundur." Sedangkan sebagian lain mengatakan : “Engkau bersama banyak orang dan bersama para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka kami berpendapat agar tidak membiarkan mereka terkena wabah." Umar Radhiyallahu anhu berkata lagi : “Panggilkan para Anshar untukku”. Akupun memanggil mereka. Kemudian Umar Radhiyallahu anhu meminta pendapat kepada mereka dan mereka sama dengan pendapat para kaum Muhajirin yaitu mereka juga berbeda pendapat. Lalu Umar Radhiyallahu anhu berkata: “Panggilkan orang-orang tua Quraisy dari orang yang hijrah ketika fathu Mekah, yang berada di sini." Akupun memanggil mereka dan tidak ada seorangpun yang berselisih. Mereka mengatakan, “Pendapat kami, sebaiknya kamu membawa kembali orang-orang dan tidak membiarkan mereka terkena wabah." Kemudian Umar Radhiyallahu anhu berkata kepada orang-orang, “Sebaiknya kita kembali." Dan merekapun setuju dengannya. Abu Ubaidah bin Jarrâh Radhiyallahu anhu mengatakan, “Apa kita berusaha berlari dari takdir Allah Azza wa Jalla ?" Umar Radhiyallahu anhu menjawab, “Seandainya selainmu mengucapkan hal itu, wahai Abu Ubaidah. Ya, kami berlari dari takdir Allah Azza wa Jalla menuju takdir Allah Azza wa Jalla yang lain. Kemudian datanglah `Abdurrahmân bin Auf Radhiyallahu anhu dan mengatakan: "Dalam hal ini, aku memiliki ilmunya. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوْا فِرَارًا مِنْهُ


Jika kalian mendengar (ada wabah) di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatanginya. Dan apabila wabah terjadi di suatu negeri dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar/lari darinya. [HR. Bukhâri no. 5398]


Pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , `Abdurrahmân bin `Auf Radhiyallahu anhu pernah menyedekahkan separuh hartanya. Setelah itu dia bersedekah lagi sebanqak 40.000 dinar. Kebanyakan harta bendanya diperoleh dari hasil perdagangan.


Ja`far bin Burqan mengatakan, “ Telah sampai kabar kepadaku bahwa `Abdurrahmân bin Auf Radhiyallahu anhu telah memerdekakan 3000 orang.


Imam Bukhâri menyebutkan dalam kitab tarikhnya bahwa `Abdurrahmân pernah memberikan wasiat kepada semua Sahabat yang mengikuti perang badar dengan 400 dinar. Dan jumlah mereka ketika itu 100 orang.
Dia meninggal dunia pada tahun 32 H. Dia berumur 72 tahun dan dia dikubur di pemakaman baqi` dan `Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu ikut menyalatkannya.
Demikian selintas kisah tentang seorang Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat kaya, seorang konglomerat pada jamannya, namun amat sangat dermawan. Semoga menjadi tauladan bagi kita semua. Wallâhu a`lam

Selasa, 04 November 2014

Dahsyatnya Keajaiban Sedekah....





Kisah ini menceritakan keajaiban sedekah, dia mempunyai banyak hutang dan dia dapat menyeleseikan hutang itu dan lunas hanya dengan sedekah..

Yuk bagi sahabat yang masih punya hutang atau numpuk dengan hutang... kita selesaikan dan lunasi dengan sedekah...

www.fosa-indonesia.org

Minggu, 07 September 2014

Seorang Laki-laki yang Suka Bersedekah





Foto: KEAJAIBAN....

Sebuah kisah yang menakjubkan di sebuah kampung bernama Hamra. Dikampung tersebut ada seorang lelaki dari Zar’ah yang dikenal sebagai seorang yang taat beragama.

Ia membangun mesjid untuk penduduk Hamra, dan ia selalu datang kemesjid tersebut setiap malam hari dan membawa lentera dan makan malam. Jika ia mendapatkan orang yang, ia memberinya makanan, dan jika tidak ada orang, ia memakannya. Hal tersebut terus berlanjut.

Suatu hari, sumur masjid airnya berkurang sehingga orang-orang kesulitan untuk berwudhu. Akhirnya ia bersama anak-anaknya menggali kembali sumur tersebut, agar airnya kembali banyak.

Ditengah pekerjaannya, tiba-tiba saja ember kayu yang mengangkut tanah tersebut terlepas, yang mengakibatkan tanah sumur longsor dan menimpa lelaki tersebut. Ketika itu ia masih berada di dalam sumur. Sanak saudaranya sudah berputus asa, dan menganggap sumur itu sebagai kuburannya.

Didalam sumur, tanpa disengaja, alat-alat yang dipakai untuk menggali itu, justru menjadi penyelamat, yaitu dengan menahan tanah serta bebatuan yang menimpanya.

Dalam gelapnya sumur tersebut, terjadi suatu keajaiban. Ia diterangi cahaya, sinarnya seperti lentera yang selalu ia nyalakan di masjid.

Dalam kondisi lapar, ia dihidangkan makanan persis seperti makanan yang selalu ia hidangkan untuk orang-orang yang shalat di masjidnya.

Enam tahun berlalu, anak-anaknya bermaksud untuk memperbarui sumur tersebut agar bisa dipergunakan kembali. Diluar dugaan mereka, ternyata sang ayah, lelaki yang senantiasa bersedekah itu, masih hidup dalam keadaan sehat.

Mereka bertanya kepada sang ayah ihwal kehidupannya selama dalam sumur itu. 
Sang ayah berkata,
 “Selama aku berada di bawah tanah, ada lentera dan makanan mendatangiku, persis seperti yang aku bawa ke masjid.” 
Mereka pun terkagum-kagum akan hal tersebut, dan kisah ini menjadi pelajaran bagi penduduk di kampung Hamra.

==== 
Sahabat Pecinta yatim dan dhu’afa dimanapun berada yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, apa yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Alloh.
Cukuplah janji Alloh Ta’ala dan Rasul-NYA sebagi motivasi kita bersedekah.

Saatnya harta kita menjadi penyelamat dirikita sekaligus sebagai sumber kebahagiaan yatim dan dhu'afa bersama :
www.fosa-indonesia.org

Rek. Donasi :
>> Bank BNI cabang Tasikmalaya 
no. rek.0254735322 
An. YAYASAN FOSA INDONESIA 

>> Bank MANDIRI cabang Tasikmalaya 
no. rek. 131-00-1061155-8 
An. YAYASAN FOSA INDONESIA 

>> Bank BJB (BankJabar Banten) 
no. rek.0021564990100 
An. YAYASAN FOSA INDONESIA 

>> Bank BRI Unit Manonjaya Tasikmalaya 
no. rek.4455-01-011626-53-1 
An. Ai Baehaqi  

>> Bank BCA cabang Tasikmalaya 
No. Rek.3210367861 
An. Ai Baehaqi 

Konfirmasi donasi bisa melalui SMS/WhatsApp 082 311 333 334

.


Sebuah kisah yang menakjubkan di sebuah kampung bernama Hamra. Dikampung tersebut ada seorang lelaki dari Zar’ah yang dikenal sebagai seorang yang taat beragama.

Ia membangun mesjid untuk penduduk Hamra, dan ia selalu datang kemesjid tersebut setiap malam hari dan membawa lentera dan makan malam. Jika ia mendapatkan orang yang, ia memberinya makanan, dan jika tidak ada orang, ia memakannya. Hal tersebut terus berlanjut.

Suatu hari, sumur masjid airnya berkurang sehingga orang-orang kesulitan untuk berwudhu. Akhirnya ia bersama anak-anaknya menggali kembali sumur tersebut, agar airnya kembali banyak.

Ditengah pekerjaannya, tiba-tiba saja ember kayu yang mengangkut tanah tersebut terlepas, yang mengakibatkan tanah sumur longsor dan menimpa lelaki tersebut. Ketika itu ia masih berada di dalam sumur. Sanak saudaranya sudah berputus asa, dan menganggap sumur itu sebagai kuburannya.

Didalam sumur, tanpa disengaja, alat-alat yang dipakai untuk menggali itu, justru menjadi penyelamat, yaitu dengan menahan tanah serta bebatuan yang menimpanya.

Dalam gelapnya sumur tersebut, terjadi suatu keajaiban. Ia diterangi cahaya, sinarnya seperti lentera yang selalu ia nyalakan di masjid.

Dalam kondisi lapar, ia dihidangkan makanan persis seperti makanan yang selalu ia hidangkan untuk orang-orang yang shalat di masjidnya.

Enam tahun berlalu, anak-anaknya bermaksud untuk memperbarui sumur tersebut agar bisa dipergunakan kembali. Diluar dugaan mereka, ternyata sang ayah, lelaki yang senantiasa bersedekah itu, masih hidup dalam keadaan sehat.

Mereka bertanya kepada sang ayah ihwal kehidupannya selama dalam sumur itu.
Sang ayah berkata,
“Selama aku berada di bawah tanah, ada lentera dan makanan mendatangiku, persis seperti yang aku bawa ke masjid.”
Mereka pun terkagum-kagum akan hal tersebut, dan kisah ini menjadi pelajaran bagi penduduk di kampung Hamra.

====
Sahabat Pecinta yatim dan dhu’afa dimanapun berada yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, apa yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Alloh.
Cukuplah janji Alloh Ta’ala dan Rasul-NYA sebagi motivasi kita bersedekah.

Saatnya harta kita menjadi penyelamat dirikita sekaligus sebagai sumber kebahagiaan yatim dan dhu'afa bersama :
www.fosa-indonesia.org

Keutamaan Menyembunyikan Sedekah...

"jika kamu Menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka Menyembunyikan itu lebih baik bagimu….”
[al-Baqoroh : 271]

Imam Al-Ghazali memaparkan dalam kitabnya Tarthibu Al-Afwah bahwa sebagian kaum muslimin sudah sampai pada keutamaan sedekah, mereka berusaha sekuat tenaga agar orang yang diberi sedekah tidak mengetahui siapa yang memberinya.

Sebagian dari mereka memberikannya kepada pengemis yang buta, ada pula yang menyimpannya di jalan-jalan yang biasanya para pengemis berjalan, atau ditempat-tempat pengemis duduk sebelum mereka datang, sebagian lagi ada yang melemparkannya dibaju pengemis ketika ia sedang tidur, ada pula yang bersedekah melalui tangan orang lain agar ia tidak diketahui, ia memohon agar namanya tidak diberi tahu atau disebutkan kepada orang lain.

Semua upaya ini akan menyampaikan kita pada padamnya amarah Alloh dan menjaga kita dari sifat riya’ dan keinginan untuk didengar oleh orang lain.

Abdul Aziz bin Abi Rawad berkata,
“Dikatakan, bahwa tiga hal yang menjadi harta simpanan disurga, menyembunyikan rasa sakit, menyembunyikan sedekah dan menyembunyikan musibah-musibah.”

====
Saatnya harta kita menjadi sumber kebahagiaan hakiki kita,
Saatnya harta kita menjadi terdepan dalam membantu sesama,
Saatnya harta kita menjadi bekal akhirat dan bukan menjadi beban akhirat

Satukan langkah, bulatkan tekad
Ayo kita gabung bersama :
www.fosa-indonesia.org
WhatsApp 082 311 333 334

Minggu, 22 Juni 2014

10 Manfaat Sedekah..


Karena di dalam sedekah itu ada 10 kebaikan....

Selamat Menyaksikan....

Kekuatan Sedekah






Diceritakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, seperti berikut :
Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar.
Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam.
Para malaikat keheranan akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”
Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batu pun boleh menjadi rata ketika dikorek dan diratakan oleh bulldozer atau sejenisnya yang dibuat dari besi),
Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu alam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”
Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api”
(besi walau sekeras manapun boleh menjadi cair dan hancur setelah dibakar api),
Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”
Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air”
(api membara sedahsyat apa pun niscaya akan padam jika disiram air),
Para malaikat pun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada air?”
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin”
(air di samudera yang luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain kerana kekuatan angin.
Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, iaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.
artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur menunjuk-nunjukan ataupun supaya diketahui orang lain .
Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”.
Oleh kerana itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya kerana Allah semata, tanpa berasa ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

Ganjaran bersedekah
RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi bertambah berkah.
Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan sebagai ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :
Allah Ta’ala berfirman, ” Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah “.
{Qs. Al Lail (92) : 5-8}
{Qs. Al Baqarah (2) : 261}
RasulAllah bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi.
Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah “. Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang yang menahan hartanya”.
Tolak Bala dengan Sedekah
Orang-orang yang beriman sangat sedar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW , sbb :
“Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah “.
“Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”
“Ubatilah penyakitmu dengan sedekah” .
Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk
melakukannya kerana kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kala kita enggan memberi sedekah kepada pengemis yang kita temui ditepi jalan dengan anggapan bahawa mereka (pengemis/peminta tsb) menjadikan meminta-minta sebagai pekerjaannya, malas, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan syaitan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian kerana seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk selalu bersedekah, masalah mungkin timbul apabila ternyata kemudiannya   bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/peminta tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, kerana sedekah hakikatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/peminta/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkemampuan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???
Atau kalau kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/peminta/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah wang  sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak sumbangan yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minima setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang 1000 kekotak amal tersebut maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus dengan jumlah yang sama, syukur jika boleh diberi lebih dan yang terpentingnya harus diiringi dengan keikhlasan.
Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebahagian hartanya akan rugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkatan.
Jadi, sebenarnya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya
menahannya adalah celaka. Tidak menghairankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang melabur (invest) dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperolehnya berlipat ganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu

Selasa, 17 Juni 2014

Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan






Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Pahala diobral, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu. Seorang yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, tak ada rasa kecuali sumringah menyambut Ramadhan. Insan yang menyadari betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan bulan Ramadhan.

Mukmin Sejati Itu Dermawan

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:

إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

Dari hadits ini demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati. Begitu juga, sifat suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Bahkan sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اليد العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة

“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)

Selain itu, sifat dermawan jika di dukung dengan tafaqquh fiddin, mengilmui agama dengan baik, sehingga terkumpul dua sifat yaitu alim dan juud (dermawan), akan dicapai kedudukan hamba Allah yang paling tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالاً وعلماً فهو يتقي فيه ربه ويصل فيه رحمه، ويعلم لله فيه حقاً فهذا بأفضل المنازل

“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)

Minggu, 15 Juni 2014

Sedekah Menghapus Dosa...



          


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَالْحَسَدُ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

“Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api. Hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar”[HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman]


Ayo Jangan sampai terlewatkan sebelum kita meninggalkan Dunia yang fana ini kita hapus dosa-dosa kita dengan bersedekah walau hanya dengan sebutir kurma.... 

Keistimewaan Sedekah...




“Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah, berpuasa, dan shalat di kala kebanyakan manusia tidur.” (HR.At-Tirmidzi)


Salah satu ibadah yang dianjurkan Allah Ta'ala adalah bersedekah, baik dikala lapang maupun dikala sempit. Sebab sedekah adalah amal kebaikan sebagaimana al-Quran surah al-A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah, yang kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah.

Marilah kita baca hadis Rasulullah; “Sesungguhnya Allah Ta'ala itu Maha Memberi , Ia mencintai pemurah  serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. al-Baihaqi)

Hadis di atas juga kita bisa petik hikmahnya bahwa Islam sangat membenci sifat pelit dan bakhil dan sifat suka meminta-minta. Tetapi sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi dan pemurah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.”  (HR. Bukhari)

Kita sudah tidak membantah lagi tentang keistimewaan ibadah sedekah. Sejumlah cendekiawan dan ulama muslim mengatakan bahwa terdapat ratusan dalil yang menegaskan bahwa Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda dan memuliakan kaum yang bersedekah.
  


Ayo tunggu apa lagi... kita aksi sekarang dan gabung bersama kami di Fosa Indonesia..
dan kunjungi kami di www.fosa-indonesia.org

Keutamaan Sedekah Bagi Orang yang Sakit...





Sahabat Fosa Indonesia Segala puji hanya milik Allah, kita selalu memujiNya dikala senang maupun susah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah -yang pernah mengalami sakit dan tertimpa cobaan-, kepada keluarga dan sahabat beliau yang penyabar lagi ridha terhadap taqdir Allah.

Pada zaman ini berbagai penyakit semakin menyebar dan banyak macamnya. Bahkan beberapa penyakit tidak bisa ditangani oleh dokter dan belum ditemukan obatnya, seperti kanker dan semisalnya, meskipun sebenarnya obat penyakit tersebut ada. Allah tidak menciptakan suatu penyakit, melainkan ada obatnya. Namun obat tersebut belum diketahui, karena suatu hikmah tertentu yang dikehendaki oleh Allah.

Mungkin penyebab utama banyaknya penyakit adalah banyaknya kemaksiatan dan dilakukan dengan terang-terangan tanpa malu. Kemaksiatan yang menyebar ditengah masyarakat dapat membinasakan mereka. Allah berfirman yang artinya,

    “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.”  (Surat Asy Sura 30)

Diantara hikmah penyakit yang diderita seorang hamba adalah sebagai ujian dari Allah kepadanya, dunia adalah tempat berseminya berbagai musibah, kesedihan, kepedihan dan penyakit.

Ketika saya melihat orang sakit bergulat dengan rasa sakitnya dan menyaksikan orang yang membutuhkan pertolongan dengan menahan rasa perihnya, mereka telah melakukan berbagai macam ikhtiar namun mereka melewatkan sebab penyembuhan yang hakekatnya dari Allah. Maka saya tergerak menulis untuk semua orang yang sedang sakit, agar rasa duka dan sedihnya lenyap, dan penyakitnya dapat terobati.

Wahai anda yang sedang sakit menahan lara, yang sedang gelisah menanggung duka, yang tertimpa musibah dan bala, Semoga keselamatan selalu tercurah kepadamu, sebanyak kesedihan yang menimpamu, sebanyak duka nestapa yang kau rasakan. Penyakitmu telah memutuskan hubunganmu dengan manusia, menggantikan kesehatanmu dengan penderitaan. Orang lain tertawa sedang engkau menangis. Sakitmu tidak kunjung reda, tidurmu tidak nyenyak, engkau berharap kesembuhan walau harus membayar dengan semua yang engkau punya.

Saudaraku yang sedang sakit! Saya tidak ingin memperparah lukamu, namun saya akan memberimu obat mujarab dan membuatmu terlepas dari derita yang bertahun tahun. Obat ini didapat dari sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,

    “Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah” 
     (Dihasankan oleh syaikh Albani dalam Shahihul Jami’)

10 khasiat sedekah...




(1). Dengan bersedekah bisa menjauhkan pelakunya dari bencana.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."



(2). Sedekah merupakan panawar kesembuhan pada tubuh.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."


(3). Bersedekah berarti membangun benteng buat diri kita.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."


(4). Bersedekah dapat menjauhkan kita dari murka Allah Subhana wa ta'ala.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah."


5. Bersedekah dapat manjalin ikatan dan memperkokoh tali keakraban sesama muslim.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."


6. Ingin memiliki umur yang panjang???Rajinlah bersedekah!!!.

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."


7. Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah."



8. Sedekah akan menjadi syafaat buat kita kelak di akhirat.

Rasulullah Shallallah 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."



9. Sedekah adalah ladang pahala yang teramat luas.

Dalam sebuah atsar disebutkan, "Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."



10. Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki.

Rasululah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah."



Demikianlah beberapa hadits diantara sekian hadist mengenai keutamaan bersedekah....

Yuk,Bersedekah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Bersama fosa indonesia... www.fosa-indonesia.org

3 Keutamaan Sedekah untuk Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia




Kesempatan berbakti kepada orang tua (birrul walidain) masih terbuka bagi anak, meskipun orangtuanya telah meninggal dunia. Salah satu bentuknya, dengan bersedekah untuk mereka. Yakni bersedekah yang diniatkan (pahalanya) untuk orangtua.

Berikut ini hadits-hadits shahih yang menjelaskan keutamaan sedekah untuk orang tua yang telah meninggal dunia:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - إِنَّ أُمِّى افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ
Seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara mendadak. Saya menduga, jika ia bisa bicara, ia akan bersedekah. Apakah ia bisa mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya?" Beliau menjawab, "Ya." (HR. Bukhari)

إِنَّ أُمِّىَ افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَإِنِّى أَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ فَلِىَ أَجْرٌ أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ
Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara mendadak dan tidak sempat berwasiat. Saya menduga, jika ia bisa berbicara ia akan bersedekah, apakah ada pahala baginya jika aku bersedekah untuknya?" Beliau menjawab, "Ya" (HR. Muslim)

أَنْبَأَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ - رضى الله عنه - تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا
Ibnu Abbas memberitakan kepada kami bahwa Sa'ad bin Ubadah r.a. sedang tidak ada di tempat ketika ibunya meninggal. Ia berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya ibuku wafat, sedang saya tidak di sana. Apakah sesuatu berguna untuknya, jika kusedekahkan untuknya?" Beliau menjawab, "Ya." Ia berkata, "Sesungguhnya saya persaksikan kepadamu bahwa kebunku Al Mikhraf menjadi sedekah untuk ibuku." (HR. Bukhari)

أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ أَبِى مَاتَ وَتَرَكَ مَالاً وَلَمْ يُوصِ فَهَلْ يُكَفِّرُ عَنْهُ أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهُ قَالَ نَعَمْ
Seseorang berkata kepada Nabi, "Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan tidak berwasiat, apakah sedekahku bisa menebus (kesalahan) nya?" Beliau menjawab, "Ya" (HR. Muslim)

Dari hadits-hadits di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bersedekah untuk orangtua yang telah meninggal dunia memiliki 3 keutamaan:
1. Pahala sedekah sampai kepada orangtua yang telah meninggal dunia
2. Sedekah tersebut bermanfaat/berguna bagi orangtua yang telah berada di alam barzah
3. Sedekah tersebut dapat menjadi penebus kesalahan orangtua


Jumat, 13 Juni 2014

Indahnya Berbagi......





Orang yang kita kasih dia itu senang... tapi kita yang mengasih lebih seneng melihat mereka bahagia.... 

Ayo bergabung bersama kami di komunitas Pecinta Yatim dan Dhu'afa....

Kunjungi kami di www.fosa-indonesia.org

10 Keajaiban Sedekah





Dalam beberapa hadits, Rasulullah banyak menjelaskan tentang keajaiban sedekah.

Beberapa keajaiban sedekah tersebut diantaranya adalah:

(1). Sedekah bisa melepaskan pelakunya dari bencana.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."

(2). Sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh.
Rasulullah SAW bersabda,
"Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."

(3). Sedekah sebagai benteng buat diri kita.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."

(4). Sedekah sebagai pemadam kemurkaan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah."

(5). Sedekah bisa menambah keakraban sesama muslim.
Rasulullah bersabda:


"Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."


(6). Sedekah dapat menambah umur.
"Rasulullah bersabda:


"Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."



(7). Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati.

Rasulullah bersabda:


"Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah."


(8). Sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat.
Rasulullah bersabda:


"Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."


(9). Sedekah menuai pahala yang termat besar.
Dalam sebuah atsar disebutkan:


"Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."


(10). Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki.
Rasululah berabda:


"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah."


Itulah beberapa hadits mengenai khasiat sedekah.
Maka Pancinglah rezeki dengan bersedekah !!!!


by fosa.indonesia



www.fosa-indonesia.org

Minggu, 08 Juni 2014

Yang Memberi Lebih Baik Dari yang Meminta-minta




الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ

Tangan yg di atas lebih baik daripada tangan yg dibawah. Tangan di atas adl tangan pemberi sementara tangan yg di bawah adl tangan peminta-minta.(HR. Muslim No. 1715)

Maksud hadits ini Tangan diatas Lebih Baik Daripada Tangan dibawah....bukan berarti orang yang kita beri itu hina, tetapi yang dimaksud adalah orang yang meminta-minta...

Jumat, 06 Juni 2014

Keutamaan Sedekah & Terkabulnya Doa di hari jumat...




Sedekah hari apa pun sangat utama. Namun, khusus hari Jumat, Allah memberinya pahala “lebih”. Pasalnya, hari Jumat merupakan hari yang utama dalam Islam
“Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab. Bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan…” (Muttafaqun ‘Alaih).
“Sesungguhnya sedekah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti sedekah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.” (Ibnul Qayyim, Zadul Ma’ad).
“Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (HR Ibnu Khuzaimah, Mauquf Shahih). Wallahu a’lam.

Hadits Keutamaan Sedekah.....




Sesungguhnya harta itu baik... siapa yang mengambilnya dengan kerendahan hati maka dia akan de berkati 

Dan Sebaliknya... apabila harta itu yang mengambilnya dengan tamak, maka dia tidak akan mendapat berkat karena dia seperti orang yang makan dan tidak tahu makna kenyang itu apa....

Dan TANGAN DI ATAS LEBIH BAIK DARIPADA TANGAN DIBAWAH.....

Sedekah Akan Kembali Kepada Orang yang Bersedekah....






اَنْفِقْ يا ابْنَ آدمَ أنْفَقُ عَلَيْكَ
"Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan berinfak untukmu" 
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sekecil apapun yang kita infakkan Alloh pasti akan menggantinya.... 

Alloh berfirman: "Barang siapa mau meminjamkan kepada Alloh pinjaman baik, maka Alloh akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang baik." (Qs. Al-Hadid : 11)
Seperti dalam kisah ini...

Disimak baik-baik yaa...

Ayo gabung bersama kami di komunitas pecinta Yatim dan Dhu'afa...
 bersama Fosa Indonesia..

 kunjungi kami di www.fosa-indonesia.org

Kamis, 05 Juni 2014

Mulianya Sedekah...



Laki-laki ini dia kesehariannya suka membantu dan bersedekah... setiap hari dia lakukan seperti itu... dan buah dari sedekah dan membantu yang dia lakukan adalah...

Selamat Menyaksikan..... :) :)

Di Ganti 1000 Reyal....



Masih dalam kitab Min 'Aja'ibis Shadaqoh, Syaikh Ar-rib'iy mengisahkan kedermawanan seorang pelajar. saat itu ia sedang berjalan menuju sekolahnya, ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang memintanya berhenti. ternyata laki-laki tadi mengeluhkan masalah keluarganya dan kemiskinan yang menderanya...



Dengan memelas, laki-laki tadi berkata, " Saya mengharapkan kemurahan hati Anda," Sang pelajar tadi merogoh sajunyam di dalamnya ada beberapa reyal. namun ia ragu memberikannya kepada laki-laki tadi. Hanya itulah uang yang ia miliki untuk hidup sampai akhir bulan. Namun kemurahan hati mengalahkan keraguannya. Ia pun memberikan uangnya dengan senang hati.



Setibanya di sekolah, ia masuk ke ruang administrasi, barangkali ada surat untuk dirinya. Tiba-tiba seorang karyawan sekolah memanggilnya dan bertanya, "Kamukah yang bernama fulan?" Anak muda tadi mengiyakan. Karyawan itu bertanya lagi, "Apakah tahun lalu engkau mendapatkan nilai mumtaz (istimewa),?" Ia menjawab, "Ya, betul." Sang karyawan kemudian memberitahukan kabar gembira, "Kalau begitu engkau berhak mendapatkan seribu reyal. Ikutilah aku untuk mengambilnya!" 



Nah inilah kisah nyata kalau "Bersedekah itu akan membuat kita kaya..."



www.fosa-indonesia.org



suber: Majalah el-cave....

Minggu, 01 Juni 2014

3 Janji Alloh Kepada yang Gemar Sedekah..



Bersedekah membuat kita kaya...

Ada beberapa rahasia untuk menjadi kaya tanpa kita duga.... mau tau jawabannya.....?
jawabannya adalah banyakkan bersedekah... semakin banyak kita bersedekah semakin besar tabungan debet yang kita punya...

Keutamaan Sedekah...
1. Sedekah digandakan 700 kali ganda.
2. Allah Lipat-gandakan Ganjaran orang yang Bersedekah
3. Rezeki dimurahkan Allah s.w.t
4. Keberkatan Dalam Rezeki dll.







Sedekah Sepotong Roti...




Suatu hari dikisahkan bangsa Israel sedang kesulitan makanan atau musim paceklik... suatu saat datang seorang pengemis kerumah orang kaya yang kekayaanya bergelimang... kata si pengemis "kasihanilah aku walau hanya dengan sesuap nasi"
lalu keluarlah seorang anak perempuan  dan dia memberikan kepada pengemis tadi sepotong roti.... ketika mau dikasihkan kepada si pengemis... ayahnya datang dari tempat kerjanya dan melihat anak gadisnya itu sedang memberikan sepotong roti kepada pengemis.....
setelah itu si ayah marah dan membentak anaknya " kenapa kamu memberikan roti itu kepada pengemis sekarang orang-orang lagi pada kelaparan... walaupun hanya sepotong roti itu sangat berharga.!" setelah mendengar ribut si pengemis tidak enak hati dan langsung pergi meninggalkan rumah itu...
si ayah masih dalam keadaan marah dan langsung memotong tangan kanan anaknya itu... setelah kejadian itu si ayah bangkrut dan hutangnya menumpuk, semuanya itu sangat membebani pikirannya lalu tiba-tiba dia jatuh sakit dan tidak lama kemudian dia meninggal dunia.... tidak lama setelah ayahnya meninggal di susul ibunya...

Sigadis sekarang hanya hidup sebatang kara tidak ada tempat untuk berteduh akhirnya dia terpaksa mengemis untuk mengisi perutnya yang kosong.... suatu ketika dia sampai di rumah yang sangat mewah... lalu dia meminta kepada penghuni rumah itu.. ternyata di rumah mewah tersebut hanya tinggal seorang perempuan separuh baya... dia ingat anaknya yang pergi merantau dan tidak pulang -pulang meninggalkan dirinya...kata perempuan itu berkata didalam hatinya..."anak ini sebenarnya cantik hanya kecantikannya itu tertutupi oleh bajunya yang kusut.." lalu si perempuan itu mengangkat si gadis menjadi anaknya....
dan si perempuan itu bermaskud ingin menjodohkan anak laki-lakinya yang sudah lama pergi..
selang beberapa waktu kemudian datanglah si laki-laki anak perempuan itu.... ya emang kalau jodoh emang tak kemana....

Dan ketika silelaki itu melihat sigadis langsung terpesona... setelah cocok, keduanya melangsungkan pernikahan dan pernikahan tersebut sangat mewah dan meriah.... ketika sedang makan si pengantin laki-laki agak kurang pas melihat si pengantin perempuan yang makan dengan tangan kirinya yang itu kurang sopan karena tamu ibunya itu orang-orang yang terpandang dan terhormat,...ketika itu si pengantin laki-laki berbicara kepada si pengantin perempuan.. "kenapa kamu makan pakai tangan kiri, tidak pakai tangan kanana,? makanlah dengan tangan kananmu,..!" si pengantin perempuan ragu-ragu kerena selama ini dia menyembunyikan tangan kanannya dan tidak ada yang tahu kalau pergelangan tangan kanannya sudah tidak ada... si pengantin laki-laki terus mendesak agar dia memakai tangan kanannya... lalu sipengantin perempuan mendengar ada suara dari luar "keluarkanlah tangan kananmu karena dulu kamu telah memberi kepada pengemis dengan ikhlas... maka seakan ada dorongan dari hati dan dengan tidak ragu-ragu lagi si pengantin  perempuan langsung mengeluarkan tangannya dan ternyata atas kehendak Alloh tangannya sudah sempurna kembali.. subhanalloh...

http://search.tb.ask.com/search/GGmain.jhtml?searchfor=buku-buku+tentang+sedekah&st=kwd&ptb=456AB5F4-E0C1-4128-B979-04973A9FA359&n=780c0168&ind=2014052712&p2=^AYY^xdm103^YYA^id&si=flvrunner

Sabtu, 31 Mei 2014

Sedekahnya Para Sahabat....


Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang mulia yang Allah pilih untuk menemani Nabi-Nya. Mereka adalah orang-orang yang menggabungkan ilmu dan amal dalam kehidupannya, mereka mengorbankan harta dan jiwa untuk Islam dan kaum muslimin. Oleh karena itu, merekalah tauladan kita setelah para Nabi dan Rasul.
Di antara teladan yang mereka berikan kepada kita adalah keteladanan dalam bersedekah. Demi Islam dan kaum muslimin, harta yang mereka yang mereka miliki seolah-olah tak berarti. Sebanyak apapun yang dibutuhkan untuk Islam dan kaum muslimin akan mereka berikan sesuai dengan apa yang mereka miliki. Bersamaan dengan itu, sedekah tersebut memiliki kualitas keikhlasan yang tak tertandingi. Semoga Allah meridhai mereka.
Berikut ini di antara sedikit dari amalan sahabat Nabi dengan keadaan zaman mereka yang sulit dan kemampuan finansial mereka yang masih terbatas.
Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu
Ketika Abu Bakar radhiallah ‘anhu berkeinginan membebaskan Bilalradhiallah ‘anhu dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar radhiallah ‘anhu langsung menebusnya.
1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
285,73 gr x Rp 400.000,00 = Rp 114.291.000,00

Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu


Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar radhiallah ‘anhu telah mewasiatkan 1/3 hartanya (untuk kepentingan Islam) yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan) 510.000 gr emas = Rp 204.000.000.000,00

Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu
Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta,
300 ekor unta x Rp 12.000.000,00 = Rp 3.600.000.000,00
serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas
1000 dinar x 4,25 gr = 4250 gr x Rp 400.000,00 = Rp 1.700.000.000,00

Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman radhiallah ‘anhu masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar
Di zaman Rasul perak memiliki kekuatan beli yang sangat tinggi
595 gram perak = 85 gram emas

100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
30.500.000 dirham x 85/595 = 4.357.143 dinar x 4,25 gr = Rp 18.517.857,8 x Rp 400.000,00
Rp 18.000.000 x Rp 400.000 = Rp 7.200.000.000.000,00 (Rp 7,2 Triliun)

Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu
Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas.
1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
200 uqiyah x 31,7475 gr emas = 6.349,5 gr x Rp 400.000,00 = Rp 2.539.800.000,00

Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah
100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
50.000 dinar = 85.000.000.000,00

Ini baru satu amalan dari sekian banyak sedekah lainnya yang mereka lakukan, belum lagi amalan selain sedekah. Inilah upaya mereka berniaga dengan Allah Ta’ala, membeli surga-Nya yang mahal harganya.
BAGAIMANA DENGAN SAYA, DAN ANDA…….?